Tipe – Tipe Konten, Kenali Sebelum Buat

tipe konten adalah mengelompokan konten sesuai dengan formatnya, sifatnya dan tujuannya

RBSFellas, mengembangkan bisnis lewat digital erat kaitannya dengan bagaimana kita menyajikan konten. Tentu saja, konten yang dibuat tak boleh sembarangan, agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan targetnya, tapi meski begitu kita pula harus membuat konten yang beragam agar pengikut atau pembaca tak sampai bosan. Kenali nih, tipe – tipe konten.

Content is Universal

Mendalami konten, saya seperti larut di dalamnya. Semakin dalam, semakin cinta. Karena konten ini jadi bahasa universal, pun jadi sebuah seni bagi penikmatnya. Makna konten ini, bisa dikatakan universal saking luasnya, bahkan bisa dibilang limitless. Dalam 1 topik konten saja, bisa lahir ratusan hingga ribuan konten dengan cara penyajian yang beragam, bahkan jutaan jika diambil dari ragam sudut pandang.

Dalam membuat konten, menurut saya tetap kita harus memiliki atau mempertahankan nilai – nilai yang dijunjung tinggi. Tapi secara umum, pastikan konten tidak mengandung SARA.

SARA apaan sih mins? 

SARA adalah kepanjangan dari Suku, Agama, Ras dan Antargolongan. Apalagi kita hidup di Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku, maka membuat konten dengan unsur SARA sebaiknya tidak dilakukan karena bisa menimbulkan konflik sosial sebab sangat sensitif bagi sebagian masyarakat.

Fokus ke konten yang berfaedah. Dan sebelum membuatnya, mari kenali tipe – tipe konten :

Tipe – Tipe Konten

Tipe Konten Berdasarkan Format

  1. Tulisan, seperti yang sedang Fellas nikmati saat ini, hehe
  2. Gambar, konten ini biasanya ditemui di Facebook atau Instagram
  3. Video, pecinta Youtube atau Tiktok mari merapat
  4. Audio, konten Podcast misalnya
  5. Infografik, konten visual yang sering kita temui baik online maupun offline

Dengan mengenali format konten, kita bisa menentukan peralatan apa saja yang dibutuhkan, aplikasi pendukung, bahkan bisa memperkirakan lama pengerjaan konten.

Tipe Konten Berdasarkan Sifatnya

  1. Edukasi, konten edukasi adalah konten yang sifatnya menambah wawasan dan pengetahuan, bisa juga loh berupa jawaban dari keresahan. Atau konten yang berisikan tips, how to alias tutorial, study case atau penjelasan. Tipe konten edukasi ini bisa memberikan dampak positif bagi penikmatnya, which is i love this content tipe so much. Karena ya bisa bikin makin pinter, ya kan !
  2. Review atau Ulasan, tipenya masih mirip dengan konten edukasi. Tapi ulasan menurut saya memiliki nilai tersendiri di dalamnya, seperti secara spesifik mengajak pembacanya untuk mengenal lebih jauh mengenai sesuatu yang diulas tersebut.
  3. Entertaint, wajar jika kita menyukai konten yang sifatnya menghibur. Karena sifatnya ringan bisa dengan mudah dikonsumsi dan biasanya memiliki banyak peminat. Contohnya pun banyak ya, seperti memes, jokes, dance, bahkan pranks sebetulnya masuk ke konten entertaint ( tapi pastikan kalau mau bikin konten pranks dipikirkan secara matang ya agar tak jadi multitafsir ), konten challenge atau konten yang berisi hewan peliharaan. Segala konten yang sifatnya menghibur pokoknya, deh.
  4. Informasi, beda dengan edukasi ya. Tipe konten ini tuh sifatnya up-to-date, jadi lebih ke berita yang lagi hits apa. Contohnya bisa berbagai hal, mulai dari wisata terbaru, trend makeup atau mungkin gosip hot, eaaaaa.
  5. Inspiratif, konten yang sifatnya bisa menginspirasi atau memberikan motivasi. Pernah nonton atau dengar sebuah konten lalu kita kemudian menjadi semangat dan termotivasi? Ya itulah konten yang inspiratif, biasanya konten yang gini tuh erat kaitannya dengan orang, jadinya ada sosok yang diangkat.
    Konten ini tuh bisa mudah dibuat, seperti single post/konten tunggal berisi quote. Bisa juga menjadi rumit misal menyorot mengenai biografi atau perjuangan seseorang.
  6. Promotif, di belantara digital semua orang punya nilai jual. Serupa dengan itu, konten promotif pun ada. Konten ini sifatnya mempromosikan sesuatu, tak hanya barang atau jasa, bisa juga berupa konten branding. Lucunya, di 5 poin di atas tersebut bisa saja mengandung konten yang sifatnya promotif.

Sudah siap belum membuat konten? Ada tips tambahan nih, agar konten yang dibuat bisa menjangkau banyak orang.

Tips Konten Bisa Viral

  • Buat konten yang relate
    Apa yang berkaitan dengan orang biasanya lebih disukai. Pasti pernah mendengar kalimat : ” Duh konten ini tuh relate banget nih sama gue!”. Maka membuat konten yang membuat pembaca merasa engage itu sesuatu yang dibutuhkan dan diyakini bisa menjadi viral.
  • Buat konten yang shareable
    Pasti pernah tiba-tiba men-share sebuah postingan padahal tidak begitu kenal dengan si pembuat konten. Hal ini karena kita begitu merasa harus membagikan konten tersebut di kanal media sosial kita. Contohnya bisa banyak, seperti konten yang bisa menimbulkan emosi misalnya. Atau konten inspiratif.
  • Buat konten yang mengarah pada diskusi
    Jenis konten ini tidak bisa dijamin viral. Tapi bisa berpotensi menjangkau banyak orang, pada dasarnya orang suka ditanyakan pendapat mereka, dan jenis konten ini seakan berkata : ” Bring it on !”

Kesimpulan

Fellas, mengenali tipe konten akan memudahkan kita dalam pembuatan kontennya. Dan dengan begitu kita akan dapat menemukan target pasar kita. Mari fokus ke pembuatan konten yang memiliki nilai/ value pada akun kita untuk jangka panjang.

Fellas bisa belajar membuat konten bersama kami juga ya, baik private maupun bersama-sama dalam kegiatan online maupun offline. Sebagai narasumber pembuatan konten sosial media, saya menemukan banyak pengalaman baik dan seru ketika membuat workshop dan diklat. Membuat konten bagus adalah satu hal, membuat konten yang memiliki value adalah hal lainnya.

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *